“If You Don’t Like Something, Change It

If you can’t change it, change your attitude. Dont’ complain.” — Maya Angelou

Iya, quote itu terdiri dari tiga kalimat. Tapi selalu lebih mudah untuk mengaplikasikan kalimat kedua atau ketiga, tanpa berusaha melakukan kalimat pertama. Entah karena malas, atau karena pesimis.

Beberapa hari yang lalu, saya diingatkan lagi, bahwa kalimat pertama dari quote itu yang harus dilakukan terlebih dahulu. Berusaha untuk mengubah keadaan yang tidak menyenangkan. Berusaha, sampai sudah tidak mungkin lagi untuk diusahakan. Bukannya diam dan bertindak seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Beberapa hari yang lalu itu, saya naik angkot cisitu ke kampus, seperti biasa. Yang tidak biasa waktu itu adalah, angkotnya bau amis. Mungkin habis ada penumpang yang membawa ikan atau udang, dari atau ke pasar. Saya yang waktu itu hanya mau ke kampus menganggap itu bukan masalah, meski sejatinya sangat mengganggu, karena toh saya paling lama 15 menit di angkot itu. Waktu itu, ada 4 orang di angkot itu termasuk saya. Tiga orang di antara kami berpenampilan mahasiswa, yang seorang lagi ibu-ibu. Belum jauh dari tempat saya naik, ada warung, yang memang depan warung itu biasa dijadiin tempat ngetem angkot. Si ibu itu lalu turun sambil bilang ke supir untuk menunggu sebentar. Ternyata si ibu membeli sebungkus kopi. Setelah itu beliau naik lagi, lalu membuka bungkus kopi sambil menebar kopi ke dalam angkot. Beliau melakukan itu sambil berkata,”Biar nggak amis lagi nih.” Saya dan kedua penumpang yang lain cuma bisa bengong. Bahkan saya yakin si supir yang melihat lewat kaca spion juga cuma bisa bengong.

Buat yang belum tahu, kopi itu bisa menghilangkan bau-bauan nggak sedap. Biasanya dulu di rumah sering ditabur di dalam tupper*are yang habis dipakai untuk wadah durian. Bahkan ada temen saya yang make kopi buat ngilangin bau sepatu (saking nggak sempetnya nyuci).

Kembali ke cerita angkot, ternyata si ibu mau pergi ke pasar baru, makanya dia bela-belain beli kopi buat ngilangin bau amis. Cisitu-Pasar Baru kan jauh. Males juga nyium bau amis begitu sepanjang jalan.

Turun saat udah di atas angkot untuk beli kopi untuk menghilangkan bau amis itu terlihat “kok niat banget”. Tapi itu tadi, kalo nggak suka sesuatu, ubahlah dulu sesuatu itu. Jangan keburu mengubah pandangan kita bahwa sesuatu itu sebenarnya nggak jelek. Si ibu tadi bisa aja pura-pura nggak peduli sama bau itu sepanjang jalan, tapi kalo begitu jelas dia yang rugi kan? Mending usaha dikit dan nggak kebauan sepanjang jalan. Dan ibu tadi nggak mengeluh waktu harus beli kopi dan ngeluarin uang lagi. Dan itu menginstansiasi bagian “Don’t complain”. Ya, jangan mengeluh, apalagi kalau belum berbuat banyak.

Cheers! 😀

Advertisements

3 thoughts on ““If You Don’t Like Something, Change It

  1. Iya. Aku sampe bingung. Pas dia bilang mau ke pasar baru, baru paham. Tapi kayanya kalo aku naik itu mau ke pasar baru pun paling pol buka jendela terus udah. Hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s