Never Say Never: Review

Akhirnya setelah sekian lama saya bisa menonton Never Say Never-nya Justin Bieber 😀 tapi sayangnya bajakan, soalnya film ini nggak ditayangkan sama Blitz maupun XXI. Maaf ya Justin, cuma nonton yang bajakan, download pula. I can’t afford the original DVD. T.T

Oke langsung aja. Over all, film ini di bawah ekspektasi saya, tapi tetep forgivable kok. Setengah film ini, bagian awalnya, menceritakan soal alur karirnya si bocah ini. Bagian akhir filmnya berisi rekaman konsernya yang di Madison Square Garden. Yang menarik adalah di sepanjang bagian pertama film, ada testimoni dari fans-fansnya. Iya, yang labil-labil dan hobi jerit-jerit itu. :)) Saya langsung merasa tua karena fans Justin Bieber itu memang bocah-bocah semua. Ckck.

Film ini dibuka dengan cerita dari ibu, kakek nenek, dan orang-orang terdekat Justin mengenai ceritanya dari kecil. Bakat si bocah ini emang udah keliatan dari kecil. Dia ternyata sejak kecil sudah sangat aktif ini itu dan nggak bisa diem. :)) di sela-sela cerita dari orang-orang terdekatnya itu, ada sepotong-sepotong rekaman konsernya.

Segmen berikutnya berisi perkenalan orang-orang yang mendukung karirnya. Dari penata rias sampe guru vokal. Menarik sekali melihat bahwa orang-orang itu sudah seperti keluarga sungguhan. Justin Bieber yang jadi pemersatu keluarganya. Hehe.

Setelah semua orang dikenalkan, mulailah cerita bagaimana awalnya hingga Justin ditemukan pencari bakat dan jadi populer sampai sekarang. Ada juga bagian-bagian yang seharusnya nggak penting dimasukkan ke dalam film. Mungkin sih itu cuma sekedar supaya penonton nggak bosan. Karena sejujurnya, cerita tentang perjalanan karir Justin Bieber cukup membosankan. Kalo nggak diselingi cuplikan video konser, mungkin bahkan saya sudah ketiduran dari awal. Karena konsepnya terlalu biasa untuk sebuah film bioskop.

Salah satu cerita yang menarik adalah waktu Justin sakit karena kehilangan suaranya. Pada saat itu dia dipaksa membatalkan satu konser. Di film itu ditunjukkan bagaimana si bocah itu jadi sangat sedih karena dia nggak mau bikin fansnya kecewa. :3

Paruh kedua film berisi rekaman konser. Not bad, tapi ya, untuk film bioskop, lagi-lagi, konsepnya terlalu biasa. Tapi paling nggak menonton bagian ini nggak bikin ngantuk. :))

Kalau harus menilai, dari skala 5 nilai film ini 2,5. Not recommended, actually, apalagi kalo udah nonton konsernya. Karena nggak akan ada lagi bagian dari film ini yang bisa dinikmati. Bagian yang paling saya nikmati ya bagian video konser, karena belum pernah nonton konsernya. Isi film ini adalah sebagian besar jeritan dan testimoni fans, selain itu, video-video youtube Justin Bieber, video konser, dan cerita dari sudut pandang orang-orang di sekeliling Justin yang membosankan. Konsep film ini nggak matang, menurut saya. Terlalu dipaksa untuk dibuat dan diluncurkan ke pasar sesegera mungkin. Jadi ya, begitulah. 😛

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s