Surat untuk Tu(h)an

Selamat malam tuan. Lama aku tidak melihatmu. Sepertinya telah lama kau bersembunyi dari matahari.

Apa kabar tuan? Kedatanganmu tak pernah bawa kabar gembira.
Tapi tak pernah ada yang tahu kabarmu bagaimana.

Engkau hebat, tuan. Naskahmu tak pernah gagal.

Biar kau jual pada sutradara tenar maupun kacangan.
Biar aktornya luwes maupun berlebihan.

Aku angkat topi untukmu, tuan. Luar biasa.

Andainya saja kau tahu, aku sebenarnya kagum padamu. Selalu mampu mengatur semesta seolah kau pemilik alam semesta. Sementara aku, bercita mengatur semesta, mengatur diriku pun tak sanggup.

Selamat, tuan. Engkau memang yang paling hebat.

Atau haruskah kupanggil dirimu, Tuhan?


Bandung, 30 Maret 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s