Fiksi dan Budaya: Siapa Membentuk Siapa?

Masih nyambung dari pemikiran perihal hiburan jaman dulu versus jaman sekarang. Saya inget banget bagaimana Mean Girls, Confession of  a Teenage Drama Queen, dan Raise Your Voice mempengaruhi saya. Saya jadi ikut ingin menggunakan baju dengan model serupa. Saya jadi ikut ngobrol ke orang dengan cara yang serupa.

Jika kemudian budaya jaman sekarang jadi jauh berbeda dengan jaman dulu, itu pasti ada hubungannya dengan tontonan anak-anak. Kata otak saya yang bener-bener hobi loncat-loncat topik. Iya sih, bener juga. Bagaimanapun fiksi itu biasanya laku kalau dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena orang jadi bisa hidup sambil bermimpi.

Lalu pertanyaannya,

Fiksi yang menjadi potret budaya yang ada sekarang, dengan kata lain, memang budaya yang berubah?

Atau budaya yang menjadi pewujudan dari hal-hal yang fiktif?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s