Tentang Kaderisasi

Iya saya tahu ini kesannya sok ide banget bikin tulisan bertajuk begini. Tapi saya lagi punya sebuah pemikiran. Kebetulan sudah lama juga tidak menulis di sini. Jadi, halo.

Kurang lebih satu jam yang lalu saya berbincang dengan seorang teman mengenai kaderisasi. Oh, sebelumnya, buat yang belum tau kaderisasi itu apa, pengertian sekilas dari saya dengan mengacu pada KBBI,

Kaderisasi adalah sebuah proses penyiapan orang-orang yang akan memegang suatu organisasi

Ya. Proses yang biasanya dilakukan pada saat penerimaan suatu anggota baru suatu organisasi. Tapi jangan salah! Kaderisasi bukan hanya itu saja. Kaderisasi adalah proses penyiapan orang-orang yang akan memegang suatu organisasi. Maka apa sih yang harus disampaikan kepada orang-orang tersebut?

Tidak lain dan tidak bukan adalah selain landasan dari organisasi tersebut (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) adalah evaluasi bentuk kondisi dari organisasi tersebut. Apa saja yang sudah organisasi itu lakukan, apa saja kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan para pendahulu, apa sih yang mungkin bisa dilakukan untuk membuat organisasi itu jadi lebih baik ke depannya?

Diskusi dengan teman saya intinya adalah,

kita terjebak pada sistem yang membuat orang hanya boleh mendapatkan ilmu yang terbatas berdasarkan tingkatnya

senior akan selalu lebih pintar daripada junior

kenapa kita nggak membuat sistem di mana junior boleh sama pintar dengan senior, bahkan lebih

dengan begitu kita bisa membuat organisasi itu akan jadi lebih baik kan?

Awalnya saya sepakat. Tapi kemudian saya berpikir ulang mengenai hal ini. Pasti ada alasan mengapa pada sebuah kurikulum kaderisasi ada suatu penjenjangan. Dan alasannya pasti lebih besar dari sekedar ego seorang senior terhadap juniornya belaka.

Saya berpikir ulang, dan ada kesimpulan.

Kesimpulan sementara saya ada beberapa.

Yang pertama, kurikulum itu disusun atas dasar waktu karena seseorang butuh waktu untuk belajar. Kemudian ada penjenjangan agar belajarnya berurut. Urutan itu bisa menentukan kualitas hasil pembelajaran orang itu juga, kan.

Yang kedua, kita terjebak, bukan, kita menjebak diri pada sistem. Di ITB, mahasiswa tingkat pertama hanya belajar permukaannya saja, mahasiswa tingkat kedua mulai mencoba mengikuti kegiatan yang ada, mahasiswa tingkat ketiga menjadi pembuat kegiatan tersebut, mahasiswa tingkat empat mencoba menyampaikan kegiatan apa yang seharusnya dibuat. Sistem ini tidak sepenuhnya salah, tapi entah mengapa ini membuat kita terjebak. Bahwa tugas anak tingkat I ya nonton aja, cuma anak tingkat IV yang boleh ngasih tau apa yang harus dikerjain. Bagian ini yang salah. Bagian ego nya yang salah. Bagian ini yang menyebabkan banyak sekali yang diketahui senior yang tidak diketahui junior. Banyak sekali informasi yang dimiliki senior sebagai buah pengalamannya, tapi dia enggan berbagi. Mungkin takut kalau juniornya kalah pintar.

Masih banyak yang di kepala saya. Tapi sepertinya saya butuh banyak ngobrol dengan orang lain untuk menstrukturkan pikiran ini. Akhirnya saya tiba di satu titik di mana menulis sudah tidak menjadi satu-satunya solusi. Atau mungkin saya hanya agak kelelahan. Sudah ngantuk.

Sampai sekarang, sejauh saya membuat diri saya untuk terus belajar dan terbuka menerima pemikiran, memang yang paling sulit adalah mengalahkan ego sendiri. Mengalahkan ego orang lain bukan tugas yang mudah.

Advertisements

2 thoughts on “Tentang Kaderisasi

  1. ini diasumsikan learning rate tiap orang sama, ya kalau ada orang learning rate-nya tinggi gak masalah dia udah tau sebelum waktunya. Misal ngambil fistum waktu tingkat 2, hehehe..

    • Yap. Bener Qi. Tapi kelemahan sistem yang ada selama ini tuh terlalu patuh sama asumsi itu, jadi yang bisa lebih cepet belajar nggak dapet kesempatan buat belajar lebih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s