Kesukaan vs. Keharusan

Judul post ini tadinya passion vs idealisme gitu. Tapi kemudian nggak yakin kalau judul itu tepat. Intinya, tiba-tiba saya mengalami pergumulan batin, antara kesukaan dan keharusan. Err.. have I told you that I like a lot of things but never actually excel at one? Oke kalau begitu post ini intinya adalah kesukaan saya yang satu lawan kesukaan saya yang lain lawan idealisme. Hahaha.

Kerandoman bermula saat saya menggunakan sebuah aplikasi di ponsel untuk mengenali sebuah lagu yang diputar di kejauhan. Lingkungan sekitar saya waktu itu berisik, karena di pinggir jalan, dan sumber pemutar lagunya ada sekitar 7 meter jauhnya. Tapi aplikasi itu berhasil mengenali lagu yang diputar dengan baik.

Aplikasi itu namanya SoundHound.

Aplikasi itulah yang sedikit-banyak menginspirasi pemilihan judul tugas akhir sarjana saya. Iya, tugas itu memang belum saya selesaikan. Aplikasi itu, yang membuat saya selalu berpikir, “kok bisa ya?” kemudian ingin mencari tahu lebih banyak. Aplikasi itu, mungkin, satu dari sekian banyak hal yang pernah saya tahu, pernah saya suka, yang berhasil menarik saya jauh lebih dalam.

Tapi saya tahu pasti teknologi yang digunakan di sana. Saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk sampai sana. And have I told you that I like a lot of things but I always know that I’m not good enough at those? Saya juga tahu, bahwa saya tidak secinta itu padanya.

Tapi di situ saya melihat titik terang dari masa depan saya. Sedikit. Setidaknya saya yang tadinya hanya mencoba segala hal demi membuka jalan ke masa depan saya jadi punya arah yang lebih jelas. Saya tidak bisa bekerja tanpa target. Dan rasanya, saya melihat sebuah target yang baru. Yang bisa membakar dan menghidupkan semangat saya. Lagi.

Tapi judul tulisan ini adalah bagaimana kesukaan saya dilawan oleh idealisme saya. Idealisme apa? Idealisme bahwa semua yang pernah saya dapat, harus saya kembalikan juga kepada yang berhak, masyarakat Indonesia. Saya selama ini membutakan mata sendiri akan hal itu, karena saya tahu pasti, banyak mengetahui maka banyak bertanggung jawab pula. Tapi lantas belakangan ini saya banyak mengikuti kegiatan yang membuat mata saya terpaksa terbuka.

Dan sekarang hal itu menusuk-nusuk mata saya sementara saya ingin mulai menyusun mimpi yang baru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s